POWER GENERATION CLASS

MATERI PEMBELAJARAN LISTRIK "SEMANGAT DALAM BELAJAR"
Selamat Datang Di WebBlog "Power Generation Class"


DOWNLOAD SOFTWARE KONTROL INSTALASI GEDUNG
technoku_2@yahoo.co.id

Rabu, 05 November 2008

Menggulung trafo

PERENCANAAN PENGGULUNGAN
TRANSFORMATOR

Transformator adalah suatu alat untuk memindahkan daya listrik arus bolak – balik dari suatu rangkaian ke rangkaian lain secara induksi electromagnet.

Suatu transformator terdiri dari 2 buah kumparan (gulungan) kawat email. Kumparan pertama disebut gulungan primer dan kumparan yang kedua disebut sekunder.

Bahan – bahan yang diperlakukan untuk menggulung suatu transformator antara lain :

a. Kern

Kern atau teras besi lunak yang terbentuk dari kumparan besi lunak yang mengandung silicon yang berbentuk seperti huruf E dan I


b. Koker

Koker atau rumah atau tempat mengulung kumparan primer dan sekunder


c. Kawat email

Kawat email yang terbuat dari tembaga yang dilapiskan bahan isolasi yang tahan panas.



Penentuan Gulungan atau volt

Pada system penggulungan trafo biasa terjadi penyimpangan kerugian Seperti kerugian kawat email dan kurang panas tidak diperhitungkan. Kerugian seperti ini sekitar 20% sampai 30% dari tembaga gulungan Primer.

Apabila kita ingin merencanakan gulungan sekunder 100 watt,maka Tenaga primer harus lebih 20% sampai 25% dari tenaga sukunder. Yang harus selalu diingat bahwa setiap kali tegangan gulungan Sekunder diberi beban tegangannya akan turun.



Keterangan :

I2 =arus yang mengalir ke beban

E1=tegangan gulungan primer dari PLN

E2=tegangan gulungan sekunder

Dinegara kita tegangan listrik berfrekuensi sekitar 50 sampai 60 Circle/second oleh sebab itu untuk menghitung gulungan pervolt kita.

Dapat memakai rumus:

Circle per second x 1 gulungan

Keliling besi kern untuk koker

Untuk menghindarkan panasnya transformator tenaga kita dapat memakai standar 56 circle/second sebagai dasar perhitungan

Jadi rumus perhitungan jumlah gulungan per volt:

56 x 1 gulungan

Keliling besi kern untuk koker


GULUNG PER VOLT

Yang dimaksud dengan gulungan per volt yaitu sejumlah gulungan kawat yang disesuaikan untuk tegangan sebesar 1 Volt.

Untuk menetapkan besar jumlah gulung per volt dipakai ketentuan :


Rumus : gpv = f / O

Dimana

Gpv = jumlah gulang per volt

f = frekuensi listrik (50 Hz)

O = luas irisan teras diukur dengan cm. (hasil kali dari lebar dan tinggi tempat gulungan


Contoh 1 :

Sebuah tempat gulung kawat transformator mempunyai ukuran lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 cm. Besar jumlah gulungan per volt :

Jawab :


gpv = f / O

f = 50 Hz

O = 2,5 x 2 = 5 Cm2

gpv = 50 / 5

= 10 gulung / volt

(setiap 10 lilitan kawat berlaku untuk tegangan sebesar 1 volt)


Contoh 2 :

Dibutuhkan sebuah transformator dengan tegangan 220 V untuk gulung primer dan tegangan 6 V digulungan sekundernya, lebar tempat gulungan kawat 2,5 cm dan tinggi 2 cm. Berapa jumlah gulungan atau banyaknya lilitan untuk kawat primer dan sekunder.

Jawab :

O = 2,5 x 2 = 5 cm2

gpv = 50 / 5 = 10

Jadi untuk gulung primer dibutuhkan sejumlah 220 x 10 = 2200 lilitan. Untuk gulungan sekunder dibutuhkan 6 x 10 = 60 lilitan. Mengingat selalu adanya tenaga hilang di tansformator jumlah lilitan digulungan sekunder ditambahkan 10% = 60 +6 = 66 lilitan.

Dengan jumlah lilitan tersebut diatas maka bila gulung primer dihubungkan kepada tegangan listrik jala – jala sebesar 220 V, gulungan sekundernya menghasilkan tegangan sebesar 6 volt.


GARIS TENGAH KAWAT

Garis tengah atau tebal kawat tembaga menentukan kemampuan kawat dilalui arus listrik. Bila listrik yang mengalir didalam kawat melebihi kemapuan dari kawat akan mengakibatkan kawat menjadi panas dan jika arus yang melalluinya jauh lebih besar dari kemampuan kawat , kawat akan terbakar dan putus.

Tabel garis tengah kawat

Garis tengah atau tebal

kawat (mm)

Kemampuan dilalui

arus ( A )

0,1

0,016 – 0,024

0,15

0,035 – 0,053

0,2

0,063 – 0,094

0,25

0,098 – 0,147

0,3

0,141 – 0,212

0,35

0,190 – 0,289

0,4

0,251 – 0,377

0,45

0,318 – 0,477

0,5

0,390 – 0,588

0,6

0,566 – 0,849

0,7

0,770 – 1,16

0,8

1,01 – 1,51

0,9

1,27 – 1,91

1

1,57 – 2,36

1,5

3,53 – 5,3

2

6,28 – 9,42

2,5

9,82 – 14,73

3

14,14 – 21,20

3,5

19,24 – 28,86

4

25,14 – 37,71


Contoh 3:

Suatu alat memakai alat tenaga listrik 400 Watt dipasang pada tegangan 20 V. Untuk menghubungkan alat tersebut ke sumber aliran dibutuhkan kawat yang bergaris tengah :

W = 400 Watt

E = 200 Volt

I = W/E I = 400/200 I = 2 Ampere

Agar mampu dilewati arus sebesar 2 A dipakai kawat dengan ukuran garis tengah 1 mm. Transformator jala-jala umumnya mempunyai gulungan yang bercabang guna menyesuaikan

tegangan.


Contoh perencanaan mengulung trafo :

Perencanakan sebuah transformator jala-jala dengan data-data sebagai berikut:

Teras besi yang dipergunakan mempunyai lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 Cm. Dikehendaki gulung primer untuk dipasang pada tegangan 110 V atau 220 V dan gulung sekunder yang menghasilkan tegangan 6 V dan 9 V, yang menghasilkan arus 500 mA.

Tentukan berapa jumlah gulung primer dan gulung sekunder beserta cabang - cabangnya. Berapa ukuran tebal kawat yang dibutuhkan.

Pemecahannya:

0 = 2,5 x 2 = 5 Cm2.

gpv = 50/5 = 10.

Jumlah gulungan primer untuk 110 V: 110 X 10 = 1100 lilitan
Jumlah gulung primer untuk 220 V: 220 X 10 = 2200 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder untuk 6 V: 6 X 10 = 60 lilitan + 10% = 66 lilitan.
Jumlah gulungan sekunder untuk 9 V: 9 X 10 = 9
0 lilitan + 10% = 99 lilitan.


Cara menggulung kawatnya untuk tegangan 110 V dan 220 V tidak digulung sendiri-sendiri, tetapi cukup mencabang sebagai berikut: digulung dulu sebanyak 1100 lilitan untuk 110 V, kemudian ujung dari akhir gulungan disalurkan keluar sebagai cabang untuk kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan lagi untuk tegangan 2200 V.

Demikian halnya digulung sekunder: kawat digulung dulu sebesar 66 lilitan untuk tegangan 6 V kemudian di cabang, untuk kemudian ditambah gulungan lagi sebesar 33 lilitan buat tegangan 9 V.

Selanjutnya untuk menentukan tebal atau diameter kawat digulung primer dan digulung sekunder dilakukan sebagai berikut:

Tebal kawat sekunder:

Karena gulung sekunder telah ditentukan mempunyai besar arus 500 mA diperlukan kawat yang mempunyai diameter 0,5 mm (dilihat di daftar tebal kawat)

Tebal kawat primer:

Untuk menentukan tebal kawat untuk kawat gulungan primer harus diketahui besar arus primer.

Besar arus primer: II = WL/EI

II = besar arus primer.
WL = tenaga digulung primer.
EI = tegangan primer.

Karena besar tegangan primer juga belum diketahui, maka dapat ditentukan dengan memakai

RUMUS : W1 = 1,25 X W2 (rendemen dianggap 80%)

W1 = besar tegang digulung primer
W2 = besar tegangan digulung sekunder.

Besar tegangan sekunder W2 = E2 X 12.

W2 = tegangan sekunder.
E2 = tegangan sekunder.

Besar arus dan tegangan sekunder telah diketahui yaitu: 9 V, 0,5 A. (500mA)

Besar tegangan sekunder : W2 = 0 X 0,5 = 4,5 Watt.

Besar tegangan primer : W1 = 1,25 X W2

= 1,25 X 4,5

= 5,625 Watt dibutuhkan 5,6 Watt.

Besar arus primer : I1 = W1/E1

I1 = 5,6/220

= 0,025 A = 25 mA.

Menurut daftar tebal kawat primer untuk untuk 25 mA berukuran: 0,15 mm. Dari keterangan di atas transformator yang direncanakan mempunyai ukuran-ukuran seperti dibawah ini:




Jumlah gulung primer untuk 110 V: 1100 lilitan, diberi cabang kemudian digulung lagi sebanyak 1100 lilitan, untuk 220 V.

Gulung sekunder untuk 6 V: 66 lilitan, diberi cabang dan ditambah 33 lilitan untuk 9 V. Tebal kawat 0,15 mm. Tebal kawat sekunder 0,5 mm.


Cara menggulung kawat trafo

dipraktek dilkukan dengan melilitkan kawat secara merata syaf demi syaf. Antara syaf satu dengan yang lainnya diberi isolasi kertas tipis. Pembuatan cabang dari lilitan dilakukan dengan membengkokkan kawat diluar lilitan, untuk kemudian dilanjutkan manggulung lagi kawat sampai selesai.

Guna melakukan itu semua pada lobang tempat gulungan dimasukkan sepotong kayu ukuran yang sesuai yang pada kedua belah ujungintinya dimasukkan as dari logam yang berhubungan dengan alat pemutar. (lihat gambar)

Apakah bagian primer atau sekunder yang digulung terlebih dulu tidak menjadi soal karena kedua akan memberi hasil yang sama.





20 komentar:

Anonim mengatakan...

Artikel yang bagus, ini yang aku cari, Mas kalau ada artikel tentang trafo yang buat switching sharing ya...

salam

Arya Guna Abadi mengatakan...

betul man.artikel bagus aku juga lagi cari artikel cara membuat trofo toroid untuk power amplifier tube / tabung untuk 2 meter radio, apakah Mas bisa membantu?

budi"bodonk" mengatakan...

wah manteb juga neh...kalau bisa tolong donk cara menghitung utk trafo kecil,misalnya utk switching power supply gitu...

agm mengatakan...

mas gimana cara hitung bikin gulungan strooman ikan pake aki 12 v (inductor rhumhorf)...

Mufid mengatakan...

Mas mau nanya nih.kalo misalnya luas tras 20x15 dari perhitungan=36 lilitan untuk 220v apa mungkin?

kabulzx mengatakan...

mas aku punya koker 1,9*6cm sesuai rms jumlah lilitan untuk tegangan 220v adalah 964,91 lilit.tapi tempat tidak cukup.bagaimana cara mengatasinya?tebal kawat 0,35mm

tono mengatakan...

rumus gulung per volt untuk motor induksi sama ga dengan rumus gulung per volt untuk trafo?

MUSTAFA mengatakan...

Tono> ini Artikel untuk menggulung motor
Download
http://www.4shared.com/file/223689943/e04bdd11/meggulung_ulang_motor.html

ipul mengatakan...

mas mo nanya.saya udin. da rencana mo bikin las titik?spot welder,tegangan sekunder yg dibutuhkan 3-5v 100amp.brp mili diametr kawat sekunder dan primernya.trims

Mbah Somplak mengatakan...

Saya berniat mau menggulung travo 220Vac 2A menjadi(step up) 220Vac 10A cuman saya gak ngerti cara2nya tolong bantu saya Gan, saya bukan orang electrical tolong kasih gambaran sederhana saja ya....kebetulan dirumah power PLN 4A 900watt... terima kasih sebelumnya..

Moch. mengatakan...

Mas... boleh tanya?, daya output VA dan Wattnya apa sama?, dalam arti power factor output bisa = 1 ?.
Terima kasih

sugi85 mengatakan...

bermanfaat banget nih,oh ya kkunjungi juga site ku di www.rahasiahp.com/?id=sugiyoto
pasti bermanfaat banget.gak akan menyesal deh

ANAK KEPARAT mengatakan...

mas minta skema rangkaian las listrik/las busur listrik dengan menggunakan trafo toroida,,trima
bales ke email xp1258@yahoo.com

Delta R. mengatakan...

mohon pencerahan untuk menghitung Gulungan Per Volt :

Rumus pertama :
Circle per second x 1 gulungan dibagi Keliling besi kern untuk koker (2 x lebar tambah 2 x tinggi ).

Rumus berikutnya :
Circle per second dibagi luas irisan teras ( lebar x tinggi tempat gulungan/koker )

Jadi faktor pembaginya hitungan : keliling atau luasnya koker ? Terima kasih sebelumnya.

Sultan Aini Mr. mengatakan...

pak. saya ounya trafo kecil sekitar 0.5A atau mungkin dibawahnya. trafo tersebut adalah pembagi tegangan dengan input primer DC 13,8VDC yang mempunyai keluaran skunder dc 7vdc dan satunya adalah 24vdc. Trafo tersebut kecil spt trafo OT bagaiman cara menggulungnya apakah hitungannya sama dengan rumus diatas? makasih atas balasannya. ttd nardi_la@yahoo.com

Achmad Muharrazil mengatakan...

wow hebat banget gan
oo iya cara menggulung nya digabungin gan. Atau dipisah sekunder disebelah kiri dan primer disebelah kanan

arif kustiawan mengatakan...

silit

arif kustiawan mengatakan...

tulisanya banyak yg slah tuh,msih bnyak yg bkin bingung.klo bsa direvisi lg biar mudah di pahami & gak membingungkan pembacanya.mksih.

arif kustiawan mengatakan...

tulisanya msih bnyak yg slah n sulit dipahami.
klo bsa di koreksi n direvisi lg supaya yg membaca tidak bingung n mudah di pahami.
mksih.

Romi Wardhana mengatakan...

Misi Gan http://WeeklyYouthPay.com/?ref=483429, makasih bnyk.

IP Browser

Album Kita